Edi Budiono Pemilik Taman Addrienta Resort Yang Selalu Memilik Ide Inovatif

1819

Cianjur, Liputanglobal-news.com
Edi Budiono selaku pemilik lahan kurang lebih 18 Hektar di beri nama Taman Addrienta Resort beralamat di Jln. Mariwari Km 7 Sukaresmi Cianjur Jawa Barat, Kamis pagi (06 Agustus 2020) di kunjungi dari beberapa ahli usaha baik pengusaha property, kontruksi, pakar Kehutanan dan Keluarga Besar Kerajaan Kesultanan Cirebon.

Mereka yang datang bukan tanpa sebab mengunjungi Agronomi tanaman milik Bapak H. Edi asal Sukaresmi Cianjur. Mereka menilai ada berbagai konsep yang sangat inovatif pada lahan tanam di atas kurang lebih 18 Hektar tersebut,” Terang H. Agus Pengusaha Property.

H. Edi ppemilik usaha berbagai jenis tanaman ini kepada Liputanglobal-news.com menjelaskan, “ Bahwa di atas lahannya ini sudah kurang lebih 20 tahun di kelola diri, keluarga dan beberapa tenaga ahli baik warga sekitar dan luar negeri di geluti usaha beberapa jenis tanaman.

Ada jenis tanaman hias, bunga potong, sayur mayur (tomat, cabe, timun, terong, bawang daun dll) untuk sementara ini sasaran pasar hasil tanamannya masih beredar memenuhi lokal saja. Meski pun ada pihak negara lain yang sudah meminta hasil tanamannya baik tanaman hias dan sayurannya.

Kenapa mereka belum bisa memenuhi negara lain, karena baginya ingin lebih memberikan hasil untuk masyarakat Indonesia saja. Satu sisi pihaknya sedang mengembangkan yang memiliki Icon tersendiri pada pola tanaman pada kami ini serta nanti hasil budidaya tanakannya ini mampu memberikan Icon tersendiri,” Kata H. Edi.

Kami pun disini karena memang melibatkan tenaga ahli berbagai jenis tanaman langsung dari Jepang. Maka di atas lahannya ini dirinya mengembangkan berbagai jenis tanaman Jepang atau sayuran asal Jepang. Seperti Timun, Tomat, Labu Jepang dan masih banyak tanaman dan sayuran asal Jepang,” Katanya. Tomat Jepang labu jepang. Sudah 30 thn menggeluti usaha ini. Konsep kedepan Konsep nya “Natural Farming”.

BACA JUGA:  Diduga Tiupan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Cikatomas

Di ungkapkan Dodo salah satu rekan usaha aspek pola pengembangan yang berbeda mengatakan,” Bahwa Pola tanam disini di buat Natural Farming. Bahwa jenis (objek tanamannya) natural milik kita atau bangsa indonesia. Dan pada pola bercocok tanam nya kita menggunakan sistem siram pohon dan tanaman ini di lengkapi saluran paralon, jadi kita tinggal mebukakan saja kerannya. Kedepan kita akan mengembangkan pola tanam sistem escalator otomatis dan ini sedang kita rancang agar kedepan lebih efektif dalam pola pengurusan tanamannya,” Terang Bastoni.

Di tambahkan, Akila selaku staf Asisten asal negara Jepang ini dirinya, memikirkan campuran nutrisi kebutuhan tanaman yang kami tanam, agar lenutuhan nutrisi, gizi dan kapassitas sesuai karakteristik jenis tanamannya,” Terang Akila yang sudah tinggal di Indonesia selama 12 tahunan dan fasih bahasa Indonesia ini.

Di ungkapkan H. Edi pemilik lahan dan Dodo selain pihaknya bercocok tanam berbagai macam jenis tanaman hias dan sayuran ini pun, kita ada pola “ Nilai Edukasi yang menyenangkan buat anak – anak. Karena di kami selain bisa saling sharing berbagai jenis tanaman, kita juga memberikan fasiltas untuk sarana bermain anak,” Terang H. Edi dan Dodo kepada Liputanglobal-news.com.

Lebih lanjut, H. Edi mengungkapkan, kita selain bercocok tanam dengan pola – pola inovatif tanpa menghilangkan natural dari tanaman itu sendiri (Natural Farming) juga nilai ekonomi nya pun harus berada.

Edi enggan membicarakan bisnis. Bisnis buatnya adalah ujungnya hasil usaha, biarkan itu Alloh yang memberikan hasil usaha (pendapatan) biar itu Alloh yang memberikan bonusnya. Selama ini diri nya selalu memacu anak anak nya pun untuk mengembangkan usaha agronomi dari berbagai tanaman.

BACA JUGA:  Beri Sambutan Idul Adha, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Ajak Teladani Pengorbanan Para Nabi

Dirinya sering dan dari dulu ini memperihatinkan anak anak nya malas. Karena jika pertanian kita ini di indonesia mau mengembangkan lebih inovatif saja. Karena nenek moyang kita itu tata cara bercocok tanam apapun selalu hasilnya memuaskan.
Dirinya tidak membicarakan lebih jauh, kenapa jika nenek moyang kita nanam apapun hasil nya bagus, sementara generasi sekarang ini sudah terbiasa malas, itu lah yang tidak harapkan,” Tuturnya.

Bukan tanpa sebab Pak Edi selaku pemilik berbagai macam jenis tanaman yang menghasilkan usaha ekonomi keluarga. Dirinya sengaja mendairek (membawa/mendatangkan) Pak Akilla langsung dari Jepang. Karena orang jrpang ini, tingkat menjunjung budayanya tinggi. Disiplin tinggi terlebih komitmennya dari diri orang jepang ini aangat besar. Bahkan menurutnya, orang jepamg ini jika sudah komitmen menggarap atau melakukan apapun dirinya selalu full loyalitasnya luar biasa. Bicara target tanaman, Edi pun mempunyai target tersendiri dalam aspek hasil tanamannya.

Harapan Pemerintah ini bisa bener – bener mendabing, memberikan ruang besar dalam aspek hasil produk pertanian anak negeri. Selama ini menurutnya, Pemerintah masih banyak kurang dan mendasar benar dalam mengembangkan aspek pertanian. Harapannya ini bisa di pikirkan bareng – bareng.
Harus di dasari, bahwa negara mana pun yang menjunjung tinggi nilai budayanya maka nilai ekonomi masyarakat. Contoh Bali, Jogjakarta mereka masyarakatnya besar sekali menjunjung tinggi nilai budayanya,” Tambah H. Agus .

Di tambahkan Ir. Slamet Widodo angkatan 1988 UGM Fakultas Kehutanan Jogjakarta,” Kalau di lihat dari kultur tanah disini potensi baik untuk di tanami jenis berbagai tanaman dan sayuran. Dirinya mengharapkan kedepan per pohon bisa di beri jenis nama pohonan dalam bentuk tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Latin) agar nanti nya siapa pun terutama bagi anak peserta didik bisa mengenal jenis jenis tanaman dan pohon yang ada. Dan ini langkah bagus, pihak pemilik telah banyak menginovatif tata cara penanamannya.

BACA JUGA:  PWI Tulangbawang Menyerahkan Piagam Penghargaan Best Partner Kepada Mantan Dandim 0426

Namun pula diutamakan mutu dari hasil tanamannya. Ini perlu sinergisitas dari berbagai pihak. Konsep Go Green di negeri kita ini harus lebih benar – benar bisa di buktikan. Apalagi bangsa saat ini pun audah jauh hari sebelumnya mulai ikut serta eksistensi aspek pertanian dan lainnya. Ini perlu sinergisitas dari berbagai pihak agar hasil tanaman atau pohon anak bangsa ini mudah terakomodir dan go internasional,” Harap Ir. Slamet. (Herz).

Facebook Comments