AN Menuding Pihak Terlapor DD Melakukan Sabotese Perdamaian

402

Tulangbawang LGNews. Com –
Maraknya rumor terkait dugaan kasus tindak asusila (mesum) dimana telah terjadi perdamaian secara kekeluargaan antara DD dengan pihak AD suami dari NY , yang tengah di tangani oleh pihak kepolisian Polres Tulang Bawang,AN orang tua AD angkat bicara.

AN menuding pihak terlapor DD melakukan sabotese perihal perdamaian yang dilakukan terlapor dikarenakan AN selaku orang tua AD suami dari NY belum pernah di temui oleh pihak terlapor DD atau pun pihak keluarga terlapor.

Dimana sebelumnya secara hukum AN orang tua AD telah menerima kuasa dari AD meski anak kandung guna sarat melaporkan DD ke Polres Tulang Bawang dengan Nomor STTLP/B-265/IX/2021/LPG/RESTUBA, pada (27/09/2021) lalu.

“Saya menilai ada kejanggalan dalam upaya Perdamaian yang di lakukan oleh pihak terlapor DD terkait kasus tindakan asusila terhadap istri anak saya AD dimana pelapor yang di kuasakan terhadap saya selaku orang tua kandungnya, dalam hal ini ada sabotase yang di sinyalir tanda tangan saya selaku pelapor di palsukan oleh pihak-pihak tertentu.,”tegasnya

Selain itu AN amat menyayangkan saudara Sukarno selaku ketua RT yang menandatangani surat perdamaian dimana surat tersebut belum jelas keabsahannya/ diragukan, semestinya ada koordinasi dengan dirinya selaku pelapor sebelum menandatangani surat perdamaian tersebut.

“Saya sangat menyayangkan langkah langkah upaya damai yang di lakukan oleh pihak terlapor yang melibatkan RT sebagai saksi yang tak paham kapasitasnya selaku aparatur kampung, di mana sebelumnya baik terlapor dan saksi tahu bahwa saya orang tua dari AD selaku pelapor dalam perkara Nomor STTLP/B265/IX/2021/LPG/RESTUBA.,”
tegas AN

Lebih lanjut AN mengatakan, surat perdamaian yang di buat oleh terlapor cacat hukum meski sudah di tandatangani oleh RT dan saksi-saksi lainya, karna dalam laporan tersebut dirinya selaku pelapor, kemudian dirinya juga akan menuntut bila mana ada tanda tangannya di palsukan oleh pihak-pihak terkait guna memuluskan pencabutan laporan di Polres Tulang Bawang, pasalnya dirinya belum pernah menandatangani surat perdamaian.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Wakapolres Minta Anggota Jauhi Pelanggaran Mari Berinovasi

“Saya perjelas surat perdamaian yang di buat oleh pihak terlapor cacat hukum, karna dalam laporan perkara Nomor STTLP/B265/IX/2021/LPG/RESTUBA itu atas mana saya bukan atas nama AD, selain itu saya merasa belum pernah menandatangani surat perdamaian tersebut dari pihak terlapor secara langsung,bila mana dalam surat damai tersebut ada tandatangan saya berarti itu di palsukan.,”terangnya

AN menambahkan, dirinya meminta kepada Polres Tulang Bawang, dalam hal ini agar meninjau ulang bila mana pihak terlapor melampirkan surat perdamaian sebagai bahan pertimbangan pencabutan laporan atau ada kepentingan penyidikan karna surat perdamaian tersebut buka hasil musyawarah keluarga dalam upaya perdamaian.

“Saya memohon kepada pihak kepolisian Polres Tulang Bawang agar meninjau ulang, bila mana pihak terlapor melampirkan surat perdamaian yang di duga kuat surat tersebut bukan hasil dari mediasi damai secara kekeluargaan melainkan sabotase yang merugikan keluarga besar AD dan saya selalu pelapor.,”beber AN

Seperti diberitakan sebelumnya Kasus dugaan asusila (mesum) antara (DD) oknum Kasubag Disdik Provinsi Lampung dengan (YN) di Kabupaten Tulang Bawang berlanjut hingga ke tahap olah tempat kejadian perkara (TKP), (29/09/2021).

“Kita sudah amankan DD dan YN 1×24 jam, untuk sementara mereka diperbolehkan pulang, namun proses hukum tetap berlanjut. Kemarin sudah kita periksa inisial DD dan YN dugaan mereka melakukan perjinahan, setelah kita cek visum ke RS Mutiara Bunda Unit 2 apakah ada bekas sperma di kemaluan perempuan itu, dan hasil tidak ada bekas sperma,” terang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen kasat melalui via telepon.

Selain itu, lanjutnya pihak pelapor suami Sah (YN) akan dimintai keterangan serta akan dilakukan gelar perkara di lokasi penggerebekan, guna melengkapi penyidikan.

Facebook Comments