FBU Minta Aparat Penegak Hukum Tetapkan UU Terorisme dan Pembunuhan Berencana

96

Bandar Lampung – LGNews.com  – Forum Bela Ulama (FBU) sepakati pernyataan sikap, menyoal tentang peristiwa penusukan Syeikh Ali Jaber yang terjadi pada tanggal 13 September 2020 sekitar pukul 17.15 WIB di jalan Tamin Sukajawa, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.

Diduga penusukan tersebut ada kejanggalan yang harus benar-benar di tuntaskan demi terciptanya hukum keadilan di Indonesia. “Kami para Pegiat
Hukum, Ormas, LSM, Pengacara, serta Praktisi Hukum menyoroti kasus tersebut
sehingga kami bahas dalam diskusi dan menghasilkan beberapa keputusan rapat yang di sepakati bersama.

Keputusan tersebut menghasilkan pernyataan sikap untuk mendorong
pihak kepolisian mengungkap peristiwa penusukan tersebut.

Forum Bela Ulama mengecam keras dan mengutuk atas insiden tersebut. Solidaritas ini dibentuk untuk
mendorong pihak kepolisian agar mengusut tuntas dibalik peristiwa tersebut.

Panglima Hermawan S.HI.,M.H.,CM.,Shell bersama anggota FBU mempertanyakan Ada Apa Sebenarnya Dibalik Peristiwa Penusukan Syeikh Ali Jaber Tersebut ?

“Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami dengan ini secara tegas Menyatakan
pernyataan sikap bersama mewakili suara aspirasi masyarakat sebagai berikut:

1. Forum Bela Ulama mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk bersikap
professional dan tidak menggunkan standar ganda dalam proses penyidikan dalam pengungkapan kasus penuşukan tersebut.

2. Forum Bela Ulama mendesak Kepolisian Republik Indonesia segera menetapkan
pasal yang sesuai terhadap tersangka yaitu undang- undang Terorisme dan
pembunuhan berencana.

3. Forum Bela Ulama mengamanatkanK Republik Indonesia untuk mengungkap tabir peristiwa tersebut secara transparan dan professional.

4. Forum Bela Ulama menghimbau Kepolisian Republik Indonesia untuk
memberikan kesempatan kepada semua pihak dan elemen masyarakat untuk mersama-sama tergabung dalam pembentukan tim pencari fakta. (*)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Gubernur Arinal Djunaidi Dorong Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Lampung Agar Sesuai Ketentuan OJK