Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Ikuti Rapat Diskusi Ekonomi Triwulan

100

Way Kanan – LGNews.com  – Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Saipul S.Sos., M.IP., mengikuti Rapat Diskusi Ekonomi Triwulan (DISKONTRI) II Tahun 2020 melalui Video Conference, yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi lampung melalui biro perekonomian setprov lampung, Rabu (02/09/2020)

diskusi tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jauh fenomena-fenomena ekonomi pada Triwulan II Tahun 2020 serta menyusun usulan langkah-langkah kebijakan yang diperlukan berkenaan dengan telah dirillisnya angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung Triwulan II Tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

Pada Vicon tersebut membahas mengenai Perkembangan Perekonomian Lampung dengan outline Perkembangan Ekonomi Global yang diprakirakan membaik pada paruh kedua Tahun 2020dengan pola pemulihan ekonomi masing-masing Negara dipengaruhi perilaku New Normal, kebijakan stimulus, dan struktur ekonomi. Dengan kontraksi volume perdagangan dan harga komoditas dunia lebih rendah, prakiraan volume perdagangan dan hrga komoditas dunia lebih optimis dari estimasi sebelumya, sejalan prospek PDRB global yang lebih baik. Prospek Negara utama termasuk AS dan Tiongkok yang lebih baik meningkatkan kebutuhan barang ekpor-impor seperti manufaktur. Serta Prospek PDB global yang lebih baik mendorong permintaan dan harga komoditas yang lebih tinggi, terutama komoditas logam dan CPO. Tren kenaikan harga CPO juga berlanjut didorong oleh tingginya permintaan dari Tiongkok serta terbatasnya pasokan dari Malaysia.

Pada outline Perkembangan Ekonomi Nasional, Pandemi COVID-19 menekan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II Tahun 2020, dimana pertumbuhan ekonomi Nasional terkontraksi pada Triwulan II 2020. Pertumbuhan ekonomi 2020 diprakirakan menurun dan kembali meningkat pada 2021 didorong perbaikan ekoomi dunia dan dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh. PSBB menyebabka terbatasnya mobilitas manusia dan barang, yang kemudian meurunkan permintaan dmestik serta aktivitas produksi dan investassi.Kontraksi ekspor tidak sebesar prakiraan, didorong permintaan khususnya dari Tiongkok atas beberapa komoditas ekspor seperti besi dan baja, bijih logam serta pulp dan waste paper. Kemudian pada Triwulan II 2020, Pertumbuhan ekonomi domestic diprakirakan membaik didorong kenaikan permintaan domestic sejalan relaksasi PSBB, peningkatan realisasi APBN sebagai stimulus kebijakan fiscal, berlanjutnya stimulus kebijakan moneter, kemajuan dalam restrukturisasi kredit dan dunia usaha, serta dampak positif meluasnya penggunaan media digital. Pada kondisi Bulan Juli sampai Agustus 2020, COVID-19 masih tinggi, namun mobilitas membaik. Perintaan domestic dan ekspor mulai pulih pada Juli 2020 dan Harga pangan kembali dorong deflasi IHK pada Agustus 2020.

BACA JUGA:  Satresnarkoba Polres Pesawaran Amankan Empat Tersangka

Selanjutnya pada outline Perkembangan Ekonomi Lampung Triwulan II terkontraksi sebesar -3,5% (yoy) terkontraksi disbanding pertumbuhan triwulan sebelumnya yang masih tumbuh positif sebesar 1,73% (yoy) maupun pertumbuhan Triwulan II Tahun 2019 sebesar 5,16% (yoy). Inerja perekonomian yang memburuk ini disebabkan oleh perlambatan konsumsi RT dan kinerja negative sektor eksternal. Dari sisi sektoral, perlambatan disebabkan oleh penurunan kinerja di hamper semua Lapangan Usaha (LU). Untuk IHK tercatat iflasi pada Agustus 2020 yang mengalami peningkatan tekanan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,31%;mtm), yakni 0,37% (mtm) atau 1,58% (yoy). Dengan demikian, inflasi tahun kalender Lampung mencapai 1,22% (ytd). Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pencapaian Nasional yang mengalami deflasi sebesar -0,05% (mtm) dan Sumatera yang mengalami inflasi sebesar 0,03% (mtm). Berdasarkan kelompoknya, inflasi Agustus 2020 bersuber dari kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompook pendidikan seiring dengan masuknya Tahun Ajaran Baru.

Sedangkan pada outline Koordinasi Pemulihan Ekonomi, Stimulus kebijakan Bank Indonesia untuk pemulihan ekonomi Nasional, seluruh instrument kebijakan BI diarahkan untuk mendukung pemulian ekonomi Nasional yang terkoordinasi erat dengan Pemerintah dan KSSK didamping menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. BI berkomitmen untuk pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana maupun secara langsung. Penyediaan dana likuiditas juga terus dilakukan bagi berbankkan untuk kelancaran program rstrukturisasi kredit dan dunia usaha.

Koordinasi Pemulihan Ekonomi juga dapat dilakukan dengan penerapan protokol COVID-19 secara ketat yang sangat panting pada fase Adaptasi Kebiasaan Baru, Realisasi anggaran yang perlu dipercepat untuk mendukung pemulihan ekonomi, dimana terdapat penurunan realisassi belanja daerah sebesar 36,47% (yoy) atau Rp 1,86 Triliun (24,02% dari pag APBD), dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yaitu sebesar Rp 2,92 Triliun (37,40% dari pagu APBD). Hal tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya realisasi belanja operasi dan belanja modal seiring dengan pandemic COVID-19. Selain itu, dengan melakukan Koordinasi juga mendorong sektor ekonomi yang produktif dan aman. Restrukturisasi kredit dan dunia usaha sampai dedngan Triwulan II 2020, penyaluran kredit kepada sektor UMKM dan korporassi mengalami perlambatan dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana pengajuan restrukturisasi kredit usaha kepada perbankkan terus mengalami peningkatan. UMKM dan ekonomi halal perlu menjadi pendorong pertubuhan ekonomi ke depan. Ekonomi Nasional lebih tahan dari geolah global dengan penciptaan kerja besar dan inklusi serta perlu adanya kebijakan efirmatif melalui pemberdayaan korporatisassi dan pembiayaan. (Sandi)

Facebook Comments