BANDARLAMPUNG, LGNews.com – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan, pemberdayaan perempuan, pendidikan, hingga program pembangunan daerah saat menerima audiensi Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung di ruang kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (1/9/2026).
Audiensi tersebut merupakan bagian dari rencana Majalah Srikandi untuk mengangkat profil Jihan sebagai salah satu sosok perempuan yang memiliki kiprah dan keterlibatan dalam berbagai bidang di Lampung. Profil tersebut akan memuat perjalanan, pemikiran, serta program yang dijalankan Jihan sebagai Wakil Gubernur Lampung.
Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi menyampaikan bahwa sosok perempuan yang diangkat dalam majalah tersebut tidak hanya dilihat dari jabatan yang dimiliki, tetapi juga dari gagasan, karya, dan kontribusinya di tengah masyarakat.
Majalah Srikandi sendiri merupakan media yang mengangkat isu dan profil perempuan. Kehadirannya menjadi ruang untuk mendokumentasikan kisah dan kiprah perempuan dari berbagai latar belakang, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Jihan mengatakan kepemimpinan bukan semata-mata mengenai posisi atau jabatan, tetapi juga berkaitan dengan kapasitas diri dan kepercayaan yang diberikan masyarakat.
“Ini adalah bagaimana membuat masyarakat memilih saya, bagaimana masyarakat mempercayai saya, dan itu tergantung diri saya juga,” ujar Jihan.
Menurut Jihan, perempuan yang ingin mengambil peran di ruang publik perlu terus meningkatkan kemampuan serta memiliki kemauan untuk bekerja. Ia juga menilai kecintaan dan keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan dapat mendorong lahirnya kontribusi yang lebih berarti.
“Ketika kita bekerja dengan menggunakan cinta, rasa suka, dan ikhlas, ini akan melahirkan suatu pergerakan yang berbeda dibandingkan dengan pergerakan yang dipaksakan,” katanya.
Sejumlah program yang menjadi bagian dari kiprah Jihan sebagai Wakil Gubernur Lampung turut dibahas dalam audiensi tersebut. Salah satunya SMA Terbuka yang memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang mengalami putus sekolah.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.
Selain pendidikan, Jihan menjelaskan Program Desaku Maju yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan penguatan ekonomi desa. Salah satu fokusnya adalah mendorong hilirisasi hasil pertanian agar komoditas yang dihasilkan masyarakat memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi di tingkat lokal.
Jihan juga menyoroti peran generasi muda dalam pembangunan daerah, khususnya di tengah perkembangan ruang digital. Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai program pemerintah sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan evaluasi.
Ia berharap perkembangan teknologi dan besarnya peran generasi muda di ruang digital dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Dalam konteks pemberdayaan perempuan, Jihan menilai perempuan memiliki ruang yang semakin luas untuk mengambil peran dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial, hingga pembangunan daerah.
Menurutnya, dokumentasi mengenai kiprah perempuan juga penting agar berbagai pengalaman dan karya yang telah dilakukan dapat menjadi referensi serta inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Saya memiliki cita-cita besar bersama Pak Gubernur untuk membawa Lampung lebih maju lagi. Apapun yang saya hadapi, saya mencintai pekerjaan ini lahir batin,” kata Jihan.
Melalui audiensi tersebut, berbagai pengalaman, gagasan, dan program yang dijalankan Jihan menjadi bagian dari bahan profil yang akan didokumentasikan Majalah Srikandi. Profil tersebut diharapkan turut menggambarkan ruang dan peran perempuan dalam pembangunan Lampung.









