Pemkab Lampura Pastikan 21 Jemaah Umrah di Tanah Suci Aman

LAMPUNG UTARA LGNews.com – Situasi geopolitik di Timur Tengah terus mencekam menyusul aksi saling serang antara Amerika-Israel dan Iran sejak Sabtu (28/2/2026).

Meski penutupan ruang udara dan pembatalan penerbangan melanda wilayah tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memastikan puluhan jemaahnya dalam kondisi selamat.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini terdapat 58.873 jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi, termasuk rombongan dari Lampung Utara.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Utara, Intji Indriati, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah asal Lampura saat ini masih fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, jemaah umrah kita sebanyak 21 orang yang terdiri dari 7 pria dan 14 wanita dalam kondisi sehat dan aman. Saat ini mereka masih menjalani rangkaian ibadah di Mekah,” ujar Intji saat dihubungi via ponsel, Senin (2/3/2026).

Menyikapi ancaman gangguan jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan internasional, Pemkab Lampura menegaskan tidak akan tinggal diam. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk menjamin keselamatan warga Lampura di sana.

Dikatakannya,  Pemkab terus berkomunikasi dengan pemerintah Provinsi maupun Pusat. Pemantauan Real-time melalui Kementerian Haji dan Umrah terkait, perkembangan situasi di lapangan dipantau dari waktu ke waktu. Selain itu,  upaya maksimal dilakukan agar jemaah dapat kembali ke tanah air tepat waktu dan dalam keadaan selamat.

“Kami meminta doa dari seluruh masyarakat agar jemaah kita senantiasa dilindungi dan segera bisa kembali ke Lampung Utara tanpa kendala berarti,” ucapnya.

Dampak Konflik Terhadap Penerbangan
Serangan balasan Iran ke wilayah yang menampung pangkalan militer AS—termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar—telah memicu gelombang pembatalan penerbangan.

Sejumlah maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Emirates, Qatar Airways, hingga Lufthansa telah mengumumkan penangguhan rute ke Timur Tengah demi alasan keamanan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemulangan puluhan ribu jemaah umrah Indonesia yang saat ini masih tertahan di Arab Saudi. (Diq)