LAMPUNG UTARA LGNews.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aprozi Alam, kembali menunjukkan komitmennya untuk tetap dekat dengan konstituen.
Kali ini kegiatan yang dilaksanakan tidak melalui forum formal di gedung perkantoran, melainkan memilih cara yang lebih menyentuh hati masyarakat yakni Safari Ramadan dari desa ke desa sembari menyerap aspirasi masyarakat di dua Kelurahan yakni Sribasuki dan Kotabumi Tengah. Sabtu (28/2/2026).
Jika sebelumnya putra daerah Lampung Utara ini hadir di tengah musibah seperti angin puting beliung dan banjir dengan bantuan darurat, kini di bulan yang penuh berkah, ia hadir membawa pesan kepedulian sosial yang lebih mendalam.
Kehadiran Aprozi di tengah pemukiman warga disambut antusias. Sambil berdialog santai mengenai kebutuhan infrastruktur, sosial, dan keagamaan, ia juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
” Bulan Ramadhan bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga pengabdian sosial. Kami hadir untuk memastikan aspirasi masyarakat terserap sekaligus sedikit meringankan beban ekonomi warga dalam menjalani ibadah puasa,” ujar Aprozi Alam.
Dijelaskannya, Bantuan sembako yang disalurkan bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah naik turunya harga kebutuhan pokok selama bulan puasa.
Menurut Paksu sapaan akrabnya, strategi “jemput bola” ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan legislator untuk melihat secara objektif kondisi riil di lapangan, mulai dari sarana ibadah hingga kesejahteraan keluarga di pelosok Lampung Utara.
“Politik bagi saya adalah jalan pengabdian. Ramadan adalah saat yang paling tepat untuk membersihkan hati sekaligus menjemput aspirasi warga yang mungkin tidak tersampaikan,” tukasnya.
Langkah Aprozi Alam ini mendapat apresiasi positif dari warga desa. Mereka mengaku terkesan karena sang wakil rakyat tidak hanya datang saat momen pemilu atau bencana, tetapi tetap konsisten hadir di tengah-tengah mereka dalam suasana ibadah yang khidmat
Kegiatan safari desa ke desa ini direncanakan akan terus berlanjut ke wilayah-wilayah lain di Lampung Utara sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 H. (Diq).









