Lampung Utara,LGNews.com – Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Utara (Lampura) mulai meningkat hal ini dibuktikan ruang rawat inap anak di sejumlah rumah sakit penuh.
Hal ini membuat pihak rumah sakit kuwalahan dan mencari alokasi ruangan lain untuk menampung pasien anak yang terkena wabah DBD.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan jumlah pasien DBD sebanyak 176 kasus dan kemungkinan akan terus bertambah mengingat kondisi cuaca penghujan saat ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes setempat, Dian Mauli mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk langkah antisipasi lonjakan pasien DBD di Lampura.
” Hari ini kami langsung turun ke Rumah Sakit Ryacudu karena kami mendapatkan laporan ruang anak yang penuh dan menghawatirkan terjadi ketidakmampuan ruangan anak dalam menampung pasien DBD dan lainnya,” kata Dian Mauli. Selasa (14/1/2024).
Untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien, pihaknya bersama direktur rumah sakit Ryacudu, lanjutnya, mengambil langkah persiapan pemanfaatan ruangan lainnya yang dapat digunakan untuk pelayanan pasien anak.
“Ini harus segera diantisifasi jadi jika pasien anak meningkat alokasi ruangan sudah dapat terjalani jangan sampai terjadi penumpukan karena akan berdampak buruk bagi pasien rawat,”urainya.
Dian Mauli mengatakan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan laporan terdapat satu pasien yang meninggal dunia diagnosa pasien DBD,
“Besok kami akan mengunjungi beberapa rumah sakit lainnya untuk langkah koordinasi dan antisifasi. Kami pun telah melakukan beberapa langkah edukasi ke masyarakat dan melakukan penyemprotan (Fogging) dibeberapa wilayah yang dianggap endemi,”katanya.
Sementara itu Direktur rumah sakit hlHM Ryacudu, dokter Aida Subandi membenarkan bahwa ruangan anak dirumah sakit yang dipimpinnya penuh pasien dan saat ini pihaknya tengah persiapan mengalokasikan ruangan lain yang dapat digunakan untuk pasien anak.
“Kalau data perawatan pasien diruangan anak terdapat 14 pasien, tujuh diantaranya pasien DBD,”urai dokter Aida Subandi.
Ditambahkannya, kemungkinan pasien akan bertambah maka pihaknya berupaya mencari alternatif ruangan untuk menampung pasien anak
“Selain ruangan yang siapkan tentunya juga SDM nya seperti perawat dan saya akan menempatkan perawat senior dalam membantu ruangan tambahan khusus pasien anak,”tukasnya. (Diq)









