LGNEWS BANDARLAMPUNG — Kembali Universitas Lampung (Unila) mendapat sorotan miring. Hal ini menyusul demikian nyatanya pengerjaan proyek Gedung B Pascasarjana FH yang terkesan alakadarnya saja.
Apalagi beberapa waktu belakangan ini, proses pelelangan proyek di lingkungan Unila memang tengah mendapat sorotan banyak pihak.
Mulai dari rencana pembangunan gedung di FKIP dan Fakultas Kedokteran yang ditengarai telah dikondisikan pemenangnya, hingga bangunan Gedung B Pascasarjana Fakultas Hukum yang baru diresmikan penggunaannya oleh Rektor Lusmeilia Afriani, Minggu (24/9/2023) kemarin.
Kondisi bangunan Gedung B Pascasarjana FH Unila yang baru, setelah merobohkan bangunan lama yang bersejarah dan banyak menyimpan kenangan, membuat banyak alumni yang hadir saat peresmian, diliputi keheranan.
Mengapa begitu?
“Jujur saja ya, tanpa perlu memakai kacamata pembesar atau uji laboratorium, secara kasat mata saja kita bisa melihat kalau bangunan gedung ini benar-benar dikerjakan dengan asal-asalan. Pengerjaannya kasar dan terkesan asal jadi,” kata Rudi Antoni, salah satu alumni FH Unila yang hadir saat peresmian Gedung B Pascasarjana FH Unila.
Diuraikan oleh alumni FH Unila tahun 1995 itu, semua yang hadir saat peresmian gedung baru tersebut bisa melihat sendiri tidak profesionalnya pengerjaan bangunan.
“Kami semua sudah pasti meragukan kualitas atau mutu bangunan baru tersebut. Kelihatan benar dindingnya rapuh bahkan sudah terkelupas disana-sini.
Padahal infonya, gedung itu dibangun dengan dana miliaran rupiah,” lanjut Rudi Antoni yang juga dikenal sebagai Koordinator Presidium LSM Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan & Keadilan (Humanika) Provinsi Lampung tahun 2020-2025.
Mewakili alumni FH Unila yang kecewà berat atas pengerjaan proyek Gedung B Pascasarjana FH Unila, Rudi Antoni meminta aparat penegak hukum, baik dari Polda maupun Kejati Lampung untuk turun ke lapangan melakukan pengusutan dan penyelidikan. Karena ada indikasi realisasi bangunan tidak sesuai spesifikasi dan volume, yang bisa berujung pada terjadinya dugaan kerugian keuangan negara.
Sebagaimana diketahui, pada peresmian Gedung B Pascasarjana FH Unila, hari Minggu (24/9/2023) kemarin, hadir para petinggi perguruan tinggi negeri terbesar di Lampung tersebut. Mulai dari Rektor, Lusmeilia Afriani, Warek Bidang Umum dan Keuangan, Rudy, Warek Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Anna Gustina Zainal, Warek Bidang PKTIK, Ayi Ahadiat, Dekan FH Unila, Muhammad Fakih, hingga Ketua Umum IKA FH Unila, Asri Agung Putra, dan puluhan tamu undangan laìnnya.
Menurut penelusuran, banyaknya proyek berindikasi bermasalah di Unila saat ini karena “permainan” sekelompok rekanan yang disebut-sebut dikoordinir oleh N.
“Aktor yang mengatur pembagian proyek di Unila itu N. Dia disebut-sebut merupakan orang kepercayaan salah satu wakil rektor,” kata sebuah sumber media ini.
Benarkah N biang masalah proyek di Unila? Sayangnya, pria yang dikenali pernah menjadi anggota DPRD itu, belum berhasil dikonfirmasi.
Namun menurut sumber lain yang pernah bicara dengan N menyebutkan, N membantah dirinya “cawe-cawe” dalam urusan proyek di Unila.
“Kasihan sama bu Rektor. Dia konsen bekerja untuk memperbaiki nama Unila dan meningkatkan kualitas pendidikan, malah orang kepercayaannya memanfaatkan kesempatan dengan cara tidak elegan dan bisa merusak nama baik bu Rektor,” kata seorang pemborong yang dulu pernah ikut aktif menangani proyek di Unila. (ask)









